Kajian Fiqh Kritis

    Dalam diskusi masalah Fiqh, selalu saja terjadi perdebatan. Saya dan teman-teman dalam suatu forum diskusi masalah fiqh menemukan kejanggalan dalam kitab Fath Qarib (atau sering juga dinamakan kitab Taqrib). Kejanggalan tersebut adalah masalah mengenai fasal “Nawafidhul Wudhu” (sesuatu yang dapat membatalkan wudhu). Salah satu perdebatan kita adalah tentang ‎”salah satu yg membatalkan wudhu seperti menyentuh farj baik milik sendiri maupun orang lain, kecil atau besar, tua maupun muda” semuanya dapat menjadi batal. Menyentuh alat kelamin baik itu disengaja maupun tidak dapat membatalkan wudhu. Begitu juga menyentuh alat kelamin orang lain dapat membatalkan wudhu, tidak peduli dia masih anak-anak maupun sudah dewasa, baik sudah tua maupun masih muda.

    Setelah kita kaji bersama ternyata kejanggalan tersebut semakin nyata. pernyataan bahwa menyentuh Farj milik sendiri, it’s Ok, dapat membatalkan wudhu. Tetapi keanehannya adalah bagaimana ceritanya jika menyentuh Farj milik orang lain??? nah loh bkin galau kan….
*gak sengaja menyentuh Farj orng lain? #gak wajar bgt
*apa ada, orang (berwudhu) mau menyentuh Farj (apalagi kejar-kejaran) orang lain yg tidak berpakaian? #gak ada kerjaan banget
*apa ada orang (berwudhu) terobsesi dg Farj orang lain hingga ia ingin menyentuhnya? #biasanya seniman nih.. butuh
*apakah ada yg mau Farj’y d pegang ma orng lain??? #ini nih yang lebih gila
*atau berlarian d depan orng (berwudhu) kmudian bilang “hey, sentuh Farj gw donk…” lbih parah dari yg atas. hahahaha…
lalu cerita bagaimana???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s