Televisi dan Indonesia

         Nonton televisi, dibilang tidak repot karena memang betul-betul gampang. Dikatakan murah, sebab memang tidak dipungut biaya alias gratis, Kecuali penggunaan listriknya saja. Disebut meriah, lantaran tayangan layar kaca itu memang sangat beragam. Mulai tayangan hiburan, hingga informasi. Tinggal pilih acara yang disukai. Selain itu, tanyangan televisi pun seakan tak mengenal waktu.

         Televisi siap menghibur penonton hingga 24 jam non stop. Sederhananya, televisi memang betul-betul berusaha memanjakan pemirsanya. Stasiun televisi utamanya televisi swasta terus berlomba-lomba untuk menyajikan tanyangan yang disukai penonton. Era televisi swasta dimulai sejak awal 1990an. Dan sekarang ditanah air sudah ada 11 televisi besar, 33 televisi local, 17 televisi berlangganan serta sekitar 52 stasiun yang mengajukan ijin. Kondisi tersebut sangat berbeda sebelum era 1990an. Yang hanya ada 1 stasuin televisi, yakni TVRI. Pilihan acaranyapun sangat terbatas. Media televisipun tak mengenal batas umur anak-anak hingga orang dewasa pun suka menonton televisi. Bahkan, di indonesia Anak-anak indonesia lebih suka menonton televisi di bandingkan Bocah-bocah di Amerika. Untuk semua kategori umur, lama menonton televisinya 3-5 jam perhari. Sedangkan anak-anak dibawah umur 10 tahun, lama menontonya 5 jam. Sedangkan anak-anak di Amerika meghabiskan waktu lebih singkat di depan televis, yakni hanya4 jam. Entah kenyataan tersebut menunjukan perkembangan yang aik atau malah sebaliknya.

          Namun sebagian kalangan mengeritik, tayang televisi di negri inimembawa banyak dampak buruk daripada sebaliknya pada pemirsa, terutama pada anak-anak. Tayangan sinetron agama misalnya, dinilai tidak mendidik, menyesatkan tidak mencerahkan spirituan pemirsanya. Perempuan dan anak-anak merupakan kelompok yang rentan terhadap dampak negatif yang bisa ditimbulkan olehtayangan televisi saat ini, misalnya anak-anak sekolah yang judes, perempuan yang licik, dan lain sebagainya. Megapa tayangan televisi seakan menjadi tontonan paling mengasyikan? Jawabanya bukan sekedar karena menonton tayangan layar kacaitu tidak repot, murah dan meriah pula. Sedagkan porsi siaran pendidikan pada televisi swasta nasional masih sangat kecil hanya enam persendari total jam siar. Kondisi ini menunjukan rendahya pemahaman pendidikan dan pembinaan generasi muda di kalangan penelola televisi. Ada yang mengelompokan tema siaran menjadi pendidikan,hiuran dan informasi. Dan dari pengamatan bandung TV watch menunjukan ternyata siaran pendidikan hanya enam persen, informasi 27 persen dan yang terbesar hiburan yaitu 67 persen. Masyarakat cerdas adalah mereka yang sudah bisa memilih dan kritis memandang sebuah tayangan televisi. Sebaliknay, televisi yang cerdas adalah lembaga yang menyajikan tayangan-tayangan berita dan hiburan secara mendidik. Masyarakat kini merindukan tayangan-tayangan hiburan pendidikan. Seperti sinetron Si Doel anak sekolahan. Buktinya tayangan yang sarat budaya dan pesan moral tersebut tetap laku bahkan digemari di indonesia.

             Ironisnya masyarakat sendiri belum sepenuhnya siap menghadapi konisi ini, jadi masyarakat kita sebetulnya prematur, meloncati mediamorfosis tahap kedua. Belum sempat tumbuh budaya membaca sudah harus menghadapi yang lain. Dalam media morfosis tahap ketiga, sangat penting dikembangkan sadar media. Inilah yang belum ada di masyarakat kita. Berdiam diri saja , jelas tak akan meruah keadaan. Oleh karena itu kita sebagai masyarakat indonesia harus jeli memilih tayangan televisi yang seharusnya layak kita lihat. Dan untuk perusahaan televsi swasta jangan hanya mementingksn materi semata, melainkan berpartisipasi untuk mencerdaskan bangsa indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s