Teks Proklamasi

Asep pulang dari sekolah tampak lusu dan terisak tangis. Ayahnya heran melihat anaknya menangis tanpa sebab yang jelas, akhirnya Ayahnya bertanya

Ayah     : “kenapa kau pulang sambil menangis sep?”

Asep      : “Aku di usir dari kelas sama Ibu Guru…” hiks…hiks…hiks…

Ayah      : “kok bisa?”

Asep      : “Tidak tahu Pak, tadi kan Ibu Guru tanya… siapa yang mendatangani teks proklamasi….?

Ayah      : “Terus kamu jawab apa?”

Asep      : “Aku jawab bukan aku… Bu, Sumpah! bukan aku… begitu Pak, eh Ibu Guru malah marah dan ngusir aku”

Ayah      : “Ah.. paling kamu yang sudah bohongi Bu Guru…. sudah, besok  kamu ngaku ke Bu Guru kalau kamu yang menandatangani teks proklamasinya….”

Asep      : “Iya Pak”

———Keesokan harinya asep berangkat ke sekolah dan pulang dengan cepat sambil nengis-nangis—–

Ayah      : “kenapa lagi Sep….?”

Asep      : “Aku diskors seminggu gara-gara nurutin perintah Bapak….” hiks..hiks..hiks..

Ayah      : “ya sudah, sekarang kita balik ke sekolah kamu. Biar Bapak yang ngomong dengan Ibu Gurumu”

——-Saat sampai di sekolah—–

Ibu Guru: Selamat Siang Pak Asep, ada perlu apa?

Ayah      : “Begini Bu Guru… (dengan nada pelan) Aku kasih tahu yang sebenarnya tentang teks proklamasi itu, tapi jangan bilang siapa-siap ya Bu….”

Ibu Guru:  “Memangnya kenapa ya Pak Asep?” (kebingungan)

Ayah      : Begini loh Bu, ini terus terang saja, sebenernya yang tanda tangan teks proklamasi itu saya Bu…. bukan Asep….”

Ibu Guru:  “Aduh Pak….., sebaiknya Bapak pulang saja deh…” dengan nada kesal dan marah

—-Akhirnya Asep dan Ayahnya pulang sambil menggerutu———-

Ayah      : “Sep, sebenernya siapa yang tanda tangan teks proklamasi yah? Kamu tidak ngaku salah, kamu ngaku malash salah, Bapak ngaku salah juga…”

—-Sampai di tengah jalan mereka bertemu dengan Pak RT——–

Pak RT   : “Waduh… ada apa nih Pak? Kok wajahnya cemberut begitu…?”

——Akhirnya, Ayah Asep-pun bercerita dari awal sampai mereka diusir oleh Bu Guru… kemudian Pak RT tertawa terbahak-bahak——

Pak RT   : “Ha…Ha…Ha… sebenernya bukan salah Asep dan Bapak, itu urusan kecil….. ya sudah kalau begitu mana teksnya? Biar saya yang tanda tangan!”

Ayah      : &@#!*^%???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s